Jumat, 30 Juli 2010

Kiat-Kiat Merawat Luka

Acap terjadi, luka di kulit diobati sendiri dengan akibat buruk. Bukan saja penyakit kulitnya tidak sembuh, tapi malah makin parah. Tak jarang menyisakan bekas atau parut. Apa saja yang harus diperhatikan dalam merawat luka di kulit?

1. Luka bakar bukan odol atau mentega salepnya

Sering terjadi, luka bakar diolesi odol atau mentega. Luka bakar tak ubahnya luka umumnya, perlu dirawat secara suci hama. Odol dan mentega tidak memberi manfaat, malah bisa buruk akibatnya. Odol atau mentega mungkin tidak suci hama, sehingga kuman masuk ke dalam luka. Luka bakar ringan (hanya kemerahan kulit tanpa lepuh) cukup diolesi salep livertran (bisa dibeli bebas di apotik), dan tak perlu ditutup. Luka bakar lepuh bergelembung, jangan dipecahkan. Biarkan pecah sendiri.

Setelah pecah, lindungi dari paparan air mandi, sebab kulit di dalam masih kulit muda yang mudah ditembus kuman. Perawatan dengan antisepsis tetap perlu selain menambah salep livertran. Sekarang ada salep jenis lain untuk membantu menumbuhkan jaringan kulit baru. Luka lepuh bergelembung yang luas butuh perawatan rumah sakit. Demikian pula luka bakar berat yang mengelupasi kulit sampai dalam, dan bikin kulit gosong, juga tak dapat dirawat sendiri di rumah.

2. Jahitan luka jangan dibiarkan tidak dibuka

Jika luka sampai dijahit, jangan lupa untuk membuka jahitannya. Sering terjadi, pasien tidak kembali ke dokter untuk membuka jahitan. Biasanya jahitan dibuka seminggu kemudian, atau lebih dini jika terjadi infeksi. Luka dijahit bisa saja terinfeksi. Selain bengkak dan nyeri, mungkin ada jahitan yang mengelupas dan lepas.

Jika ini terjadi, perlu dirapikan ulang. Jika tidak dikoreksi, luka akan menyisakan bekas yang jelek. Jahitan luka memang tidak selalu harus dibuka jika memakai cara klem atau jahitan langsung dengan benang usus. Selama memakai benang sutera, jahitan perlu dibuka. Jika tidak dibuka, benang merupakan benda asing sumber infeksi. Bisa jadi, penyembuhan luka tidak berlangsung sempurna dan benangnya akan menyatu terikat oleh jaringan kulit baru. Ini tentu tidak sehat.

3. Jangan mengeleti keropeng luka

Seringkali, keropeng luka yang sudah mengering dan terasa gatal dikeleti. Biarkan kulit kering yang mati bercampur sisa darah dan nanah mengelupas sendiri. Mengeleti keropeng luka berarti membuka lapisan kulit yang masih muda di bawahnya terpapar dunia luar. Kulit muda belum siap terpapar dunia luar, juga belum kuat menghadapi ancaman infeksi. Biarkan secara alami, begitu kulit muda sudah cukup matang, ia akan mendesak keropeng di atasnya untuk terkelupas sendirinya.

Lepasnya keropeng secara tak sengaja (tersenggol) biasanya akan mengeluarkan darah, tanda kulitnya masih rapuh. Dalam keadaan demikian, bubuhi antibiotika untuk melindungi kulit muda agar tak terinfeksi dan terjadi borok baru.

4. Kulit eksim tidak memakai salep jamur

Banyak ragam penyakit kulit. Kelihatannya serupa, namun kenyataannya tidak sama. Eksim misalnya. Eksim kerap disangka jamur. Jika eksim diberi obat jamur tentu tak bakal sembuh. Demikian pula jika jamur kulit diobati obat eksim, sama tak bakal sembuhnya.

Penyakit kulit itu spesifik obatnya. Jika obat tidak tepat, kelainan kulitnya pun jadi kacau dan majemuk. Maka, sembarang dan serampangan asal memakai salep, tidak dianjurkan. Banyak salep kulit dijual, bukan berarti serbaguna buat penyakit atau kelainan kulit apa saja. Jika tak tepat pilihan obatnya, penyakit kulitnya malah bertambah kacau balau. Penyakit kulit yang sudah kacau balau lebih pelik menyembuhkannya.

5. Penyakit kulit basah tidak disalepi dulu

Penyakit kulit yang tidak dirawat secara benar seringkali berkembang menjadi infeksi kulit. Kulit menjadi basah. Kita acap menyebutnya eksim basah. Eksim yang digaruk keras akan menjadi luka dan basah. Dalam keadaan demikian, salep tidak menolong. Penyakit kulit basah harus dilawan dengan basah lagi, yakni mengompresnya.

Kompres dibasahi berkala setiap beberapa jam setiap kali kompres mengering. Tujuan kompres adalah menyedot getah yang membasahi. Setelah mengering, baru diberi obat eksim. Eksim sering sudah tercemar infeksi akibat digaruk, atau bisa juga tercemar jamur. Eksim terinfeksi kuman dan jamur tak sembuh hanya dengan obat eksim, namun perlu ditambah antibiotika dan anti-jamur.

6. Jangan lanjutkan pemakaian obat jika tak sembuh-sembuh

Sewring orang menganggap penyakit kulit umumnya berlangsung lama, sehingga pemakaian obat yang dibeli sendiri tidak dibatasi kendati tidak sembuh. Hentikan obat jika tak menyembuh. Mungkin obatnya tidak tepat. Hal ini sering terjadi pada penyakit kudis.

Kudis sering luput terdiagnosis. Selain terlupakan, gambaran kulit pada kudis tidak begitu tegas. Kelihatan hanya bintik-bintik bentol kecil merah, biasanya di bagian kulit yang tipis dan empuk, seperti di sela jemari tangan, pergelangan tangan, di perut, dan kulit bokong. Macam-macam kudis tak mungkin sembuh kalau tidak memilih obat khusus kudis (antikudis) yang cara pemakaiannya pun khusus.

Kudis menular pada anggota keluarga. Lewat pegangan, jabatan tangan, singgungan kulit, hubungan kelamin, kutu kudis berpindah dari pengidap ke kulit sehat. Kutu kudis bersarang di lapisan kulit, keluar malam hari dan gatalnya minta ampun.

7. Reaksi alergi kulit tak selalu memerlukan salep atau krim

Sering pula kulit mengalami reaksi alergi. Tandanya, yang ringan hanya biduran, gatal-gatal sekujur tubuh. Yang berat, bisa mengelupas, lepuh, dan jika berat sekali muncul gelembung-gelembung cairan sekujur badan.

Obat alergi kulit sama, yaitu antialergi yang diminum. Jika berat, butuh suntikan antihistamin. Kulitnya dibubuhi bedak antigatal. Jika berat dan mengelupas, baru diberikan antihistamin krim atau lotion. Alergi kulit yang hebat dan berbekas terjadi pada alergi terhadap antibiotika golongan sulfa. Orang yang berbakat alergi perlu berhati-hati jika diberi obat golongan sulfa. Gejalanya, bibir terasa tebal, gatal, lalu tumbuh eksim menyerupai tompel di sekitar bibir yang biasanya membekas seumur hidup. Inipun perlu obat antihistamin.

8. Agar tidak menyisakan bekas, luka atau penyakit kulit jangan sampai terinfeksi

Setiap luka atau penyakit kulit mendindikasikan terjadi kerusakan pada permukaan kulit. Tergantung jenis luka dan penyakit kulitnya, lapisan kulit yang terkena bisa dalam, bisa juga dangkal. Semakin dalam kelainan kulit, semakin besar risiko menyisakan bekas setelah menyembuh. Agar tidak sampai terjadi bekas luka, rawatlah luka dengan benar sejak awal. Jika luka atau penyakit kulit lain sampai terinfeksi akibat jeleknya perawatan luka, tidak bisa tidak, akan membekas. Luka yang membekas sukar dikoreksi dan memerlukan bedah plastik.

9. Tidak memberitahu kalau punya bakat keloid

Ada orang yang berbakat keloid. Artinya, setiap sembuh dari luka, akan terbentuk bentol di sekitar bekas luka semacam daging tumbuh. Secara kosmetis, ini tak sedap dipandang, terlebih jika terjadi di wajah. Risiko ini bisa dicegah dengan memberikan suntikan khusus selama luka. Termasuk jika hendak dioperasi, dokter perlu diberitahu kalau punya bakat keloid, sehingga pada luka bekas operasi diberikan obat khusus mencegah terbentuknya keloid. Keloid yang sudah terbentuk bisa disuntik berulang kali untuk mengempiskan benjolannya, namun tidak bisa mulus sempurna.

Rabu, 14 Juli 2010

Kisah Sang Monyet


Kisah ini aku dapat dari menonton film yang sangat inspiratif dan penuh unsur dakwah di dalamnya.

Ada seekor monyet yang ingin memanjat pohon kelapa hingga ke pucuk guna mengambil kelapa.
Lalu monyet tersebut akhirnya memanjat pohon kelapa itu dan berhasil sampai ke pucuk dan mendapatkan kelapanya.
Saat dia baru saja ingin memetik kelapa-kelapa yang ingin dia nikmati, ada 3 angin yang hendak menjatuhkan ia ke tanah.
Angin itu adalah angin muson, angin puting beliung, dan angin sepoi-sepoi.
Saat angin muson itu mulai dengan aksinya yaitu meniup kencang dan menghantam keras sang monyet, monyet tidak terjatuh dan semakin kuat mencengkram pohon kelapa.
Lalu giliran angin puting beliung menjalankan tugasnya.
Kali ini angin puting beliung menyedotnya dan berusaha mengangkatnya ke atas lalu hendak membantingnya keras ke tanah.
Namun usaha angin puting beliung ini pun sia-sia.
Sang monyet justru semakin kuat memeluk sambil mencengkram erat pohon kelapa tersebut.
Hasilnya, sang monyet tak berpindah sedikitpun dari tempatnya.
Dan akhirnya tibalah giliran angin sepoi-sepoi mencoba untuk menjatuhkan monyet tersebut.
Lalu mulailah angin ini berhembus secara perlahan.
Meniup daerah belakang leher serta ubun-ubun sang monyet.
Dan apakah yang terjadi?
Perlahan monyet itu pun tertidur.
Lepaslah pelukan serta cengkraman monyet tersebut.
Dan terjatuhlah ia ke tanah.

Ini lah kita jika kita merasa kuat atas ujian-ujian Allah yang berupa kesusahan, penderitaan, kekurangan, dll yang sekiranya dapat membuat kita menangis dan memohon kekuatan, kemudahan, dan ampunan kepada Allah. Namun saat kita menerima ujian-ujian Allah berupa kemudahan, kesenangan, kekayaan, kelebihan, dll justru melemah iman kita sehingga lupalah kita kepada Allah. Dan pada akhirnya kita baru kembali bertaubat saat kita telah jatuh tersungkur. Itu pun jika kita masih diberi kesempatan.

Sekarang pertanyaannya adalah

"APAKAH KITA INGIN SEPERTI MONYET INI?"

Sabtu, 10 Juli 2010

50 Kebiasaan Orang Sukses

Yang mana mau kita lakukan??? Atau sudah ada di diri kita..

Sukses bermula dari mental. Anda bisa saja miskin namun jika Anda yakin bahwa Anda bisa sukses, maka itulah yang akan Anda raih. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang terlahir kaya, namun tidak memiliki mental sukses, maka kelak ia pun bisa jatuh melarat.

Tak peduli apa pun yang menjadi profesi kerja Anda sekarang, apakah karyawan rendahan atau bos sekalipun, Anda bisa meraih sukses dengan mengembangkan 50 kebiasaan sukses ini. Namun, ingat juga bahwa ukuran kesuksesan bukanlah uang, melainkan mental puas itu sendiri.

1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.

2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.

3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.

4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.

5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.

6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.

7.Mereka jarang mengeluh.

8.Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.

9.Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.

10.Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, bukan luntang-lantung.

11.Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain.

12.Mereka memiliki ambisi atau semangat.

13.Tahu benar apa yang diinginkan.

14.Mereka inovatif dan bukan plagiat.

15.Mereka tidak menunda-nunda apa yang ada.

16.Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.

17.Mereka tidak menganggap diri sempurna sehingga sudi belajar dari orang lain.

18.Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan.

19.Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat.

20.Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera.

21.Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya.

22.Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta.

23.Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.

24.Mereka adalah komunikator yang handal.

25.Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.

26.Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu.

27.Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah.

28.Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.

29.Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya.

30.Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri.

31.Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga.

32.Mereka juga murah hati dan baik hati.

33.Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf.

34.Mereka mau beradaptasi dengan perubahan.

35.Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.

36.Mereka rajin.

37.Ulet

38.Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.

39.Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan.

40.Mereka tidak bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak.

41.Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka.

42.Mereka nyaman bekerja di tempat yang ada.

43.Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri.

44.Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua.

45.Mereka tahu bagaimana harus rileks, menikmati apa yang ada, dan mampu bersenang-senang dalam kecerobohan sekalipun.

46.Karir mereka bukanlah siapa mereka, itu hanyalah pekerjaan.

47.Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah.

48.Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.

49.Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani.

50..Mereka melakukan pada yang mereka katakan.

Jadi, apakah ada beberapa kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari hidup Anda saat ini?! Jika ada, kembangkan itu, dan tambahkan peluang sukses Anda dengan melakukan yang lain.

Ingat, sukses bukanlah milik orang yang tidak pernah gagal, melainkan milik orang yang tidak pernah menyerah

Jumat, 09 Juli 2010

Waktu Yang Tepat

Cerita ini sungguh sangat menginspirasi bagi saya. Semoga apa yang telah menjadi inspirasi bagi saya akan menjadi inspirasi juga bagi anda.

Jaman dahulu kala, ada dua orang pendekar yg sangat ahli bela diri. Yg satu seorang pria dgn kemahiran berpedang yg tiada tandingan. Seorang lagi adalah wanita tercantik dgn ilmu bela diri yg hebat serta memiliki hati yg baik. Keduanya adalah pasangan yg sangat cocok satu sama lain.

Hanya ada satu masalah.... Mereka tidak pernah menyatakan perasaan masing-masing. Keduanya saling menghargai, menyukasi serta mencintai satu sama lainnya. Hanya karena keduanya berasal dari perguruan yg saling bermusuhan, serta karena sang pria telah berjanji menganggap sang wanita sebagai adik karena sahabatnya, yg dahulu hampir menikah dgn sang gadis, sebelum meninggal memintanya menjaga sang gadis.

Keduanya menjaga & menahan perasaan mereka selama puluhan tahun, sementara mereka bersama membasmi kejahatan, berpetualang ke tempat berbahaya & mengadu nyawa bersama.

Keduanya menyimpan perasaan walaupun keduanya tahu perasaan masing-masing.

Hingga suatu hari, ketika bertarung, sang pria terkena pisau & tak akan tertolong lagi karena lukanya terlalu parah. Sang gadis menagis menemuinya, tak mampu berkata apa-apa... Sang pria hanya memiliki beberapa waktu lagi didunia. nafasnya hanya tinggal beberapa hembusan saja. Dan disaat sebelum menghembuskan nafasnya yg terakhir, akhirnya sang pria menyatakan cintanya pada sang gadis. "Aku mencintaimu. Hanya kamu, dari dulu."

Dan sang gadis hanya mampu meratapi kepergian sang pria yg dicintainya sejak dulu.


Terkadang kita memiliki kesempatan untuk menyatakan perasaan pada seseorang yg kita sayangi. Namun karena perasaan takut, malu, takut ditolak, ataupun hal-hal yg bermacam lainnya, kadang kita malah menguburkan perasaan itu.

Hati manusia adalah organ tubuh satu satunya yg diberkati tuhan untuk merasakan kapan waktunya kita untuk menyimpan sesuatu... kapan saatnya kita jujur dgn perasaan kita.

Jangan tunggu waktunya berlalu & kita hanya berteman dgn kenyataan bahwa kesempatan berlalu dari depan mata, seperti kedua pasangan pendekar diatas.

Minggu, 20 Juni 2010

Politikus di Lapangan Hijau


Mungkin sudah sering jika seorang pemain sepak bola disebut sebagai aktor lapang hijau. Tanpa sadar publik sudah memberi judgement bahwa seorang pemain adalah juga seorang aktor dimana pekerjaan aktor adalah berakting atau bersandiwara. Walaupun aturan sudah ada yang melarangnya sehingga siapa pun pemain yang berakting di lapangan guna mendapatkan keuntungan dari keputusan wasit, hal itu sudah menjadi jurus andalan bagi beberpa tim atau pun pemain tertentu. Namun apabila tindakan akting tersebut berhasil lolos dari pandangan wasit, maka pihak tak berdosa lah yang terkena ganjarannya. Hal ini juga sudah rawan terjadi hampir di setiap pertandingan sepak bola bahkan di turnamen-turnamen tingkat internasional. Maka menurutku mereka bukanlah lagi seorang aktor, melainkan "Politikus".

Sungguh sangat-sangat mengecewakan saat menonton siaran langsung pertandingan tadi malam di salah satu station televisi terkemuka di Indonesia. Yup! Brazil vs Pantai Gading pada hari Senin, 21 Juni 2010 yang dimulai tepat pada pukul 01.30 WIB sungguh sangat membuat diriku naik pitam. Pertandingan saat itu berjalan sangatlah seru dan indah karena permainan Brazil yang sangat atraktif. Namun serunya pertandingan itu spontan berakhir 2 menit sebelum peluit wasit tanda usaix pertandingan ditiup. Berakhirnya keindahan sepak bola itu adalah karena sikap salah satu pemain Pantai Gading (inisial Kader Keita) yang sangat memalukan. Tidak cuma itu, wasit pun dengan cara sepihak membuat keputusan yang sangat kontroversial. Dari kejadian itu, Kaka, bintang sekaligus playmaker andalan tim Brazil menjadi korban yang paling dirugikan.

Saya adalah salah satu pendukung fanatik Tim "Samba" Brazil sejak Final World Cup 2002 dan juga salah seorang yang mengagumi permainan dan kepribadian salah satu sosok pemain bintangnya yaitu Ricardo "Kaka" Izecson dos Santos Leite sejak Final UEFA Champions League 2003. Sebelum 2 moment spesial di atas saya belum terlalu paham dengan dunia sepak bola namun saya sudah memiliki tim negara jagoan dan pemain jagoan saat itu, yaitu Perancis dan Zinedine Yazid Zidane. Hingga kini pun sosok Zidane juga masih menjadi inspirasi bagi saya. Namun tidak untuk negara Perancis yang tampil sangat mengecewakan sejak ditinggal Zidane. Yup! Dari situ saya berani menarik kesimpulan bahwa Tim sepak bola Perancis masih belum bisa bermain cantik dan bermental juara sejak ditinggal pensiun oleh Zidane. Sosok Zidane itupun aku dapat dari pemain yang 14 tahun lebih muda darinya "Kaka". Sejak pertama kali saya melihat permainan Kaka di AC Milan saya yakin suatu saat ia mampu mencapai semua yang pernah didapat oleh Zidane. Hingga akhirnya pada tahun 2007 Kaka mendapatkan penghargaan sebagai Pemain Terbaik se-Eropa dan se-Dunia sekaligus memenangi Trophy Liga Champion Eropa dan mencatatkan namanya sebagi Top Skorer saat itu pada turnamen paling akbar setelah Piala Dunia dan Piala Euro itu. Kesamaan mereka berdua adalah mereka sama-sama pengatur serangan dan menjadi pemain yang sangat berpengaruh di tim mereka.

Mungkin itu tadi sekilas tentang Kaka yang seharusnya menjadi Man of The Match dari pertandingan semalam andai saja ia tidak menerima kartu kuning kedua yang menyebabkan ia keluar lapangan terlebih dahulu sebelum peluit panjang babak kedua dibunyikan. Selama 88 menit sebelum kejadian itu permainan Brazil sangatlah atraktif dan efektif. Walaupun semua pemain Brazil sangat berperan atas kemenangannya 3-1 dari Pantai Gading, namun Kaka adalah seorang pemain yang memegang kunci serangan permainan mereka dengan memberikan 2 assist dari 2 goal yang tercipta yang masing-masing dicetak oleh L.Fabiano dan Elano. Sisa goal Brazil dicetak oleh L.Fabiano juga secara kontroversial pula namun perlu skill yang cukup tinggi untuk melakukan hal yang ia lakukan itu. Satu-satunya gol balasan dari Pantai Gading diciptakan oleh Didier Drogba yang menjadi pemain paling berpengaruh bagi Tim Pantai Gading dan juga striker yang paling berkontribusi atas title juara Premier League bagi Chelsea. Singkat cerita, pada menit ke-88 pemain Pantai Gading "Kader Keita" berlari ke arah Kaka yang sedang berdiri diam sambil memperhatikan dari agak kejauhan kondisi kemelut yang terjadi akibat pelanggaran oleh salah satu bek Pantai Gading terhadap M.Bastos. Anehnya, Keita tidak menghentikan larinya hingga ia menabrak Kaka sehingga Kaka pun spontan merespon dengan sedikit menaikkan sikunya yang diduga merupakan tindakan melindungi diri. Dari kejadian itu, saya pun berkesimpulan bahwa ini adalah tindakan yang disengaja. Alasan pertama yaitu jika dilihat dari ukuran tubuh, Kaka jauh lebih tinggi dibanding Keita sehingga tak mungkin Keita tak melihat Kaka yang hanya diam menghalangi larinya. Seorang tukang pos sepeda pun mampu mengerem mendadak saat ada kucing yang mendadak menyebrang di depanya walaupun ia sedang konsen melihat nomor rumah pelanggan. Kedua, saat kaka merespon dengan sedikit menaikan sikunya tampak sikunya hanya mengenai dadanya. Namun yang terjadi adalah Keita menjatuhkan dirinya dengan wajah meringis sambil memegang mukanya yang bertujuan menunjukan bahwa wajahnya disikut oleh kaka. Hmmm... Benar-benar sebuah rekayasa yang berhasil. Saya berharap FIFA mau mempertimbangkan kartu kuning kedua yang diterima Kaka dengan mengkaji ulang tayangan ulang yang tersedia agar membuat biaya yang dikeluarkan untuk membuat tayangan ulang yang 'sangat jelas' itu lebih bermanfaat.

Dari peristiwa yang terjadi pada pertandingan itu, selain membuat saya geram dan memukul lantai dengan kepalan keras tangan saya, pikiran saya pun langsung tertuju pada kebusukan yang terjadi di dunia politikus dimana banyak kondisi yang hampir selalu merugikan orang-orang baik. Apapun itu jika sudah berbau politik pasti sudah ada permainan kotor di dalamnya. Contoh terkenal adalah Kasus Mafia Hukum dan Kasus Bank Century di Indonesia, Kasus Pengaturan Pertandingan sepak bola di Itali atau yang biasa dikenal dengan Calciopoli dan masih banyak lagi lainnya. Ya itu memang masa lalu yang masih dikhawatirkan bakal terjadi lagi di generasi mendatang jika tidak ada perbaikan generasi yang tersedia. Nah, orang-orang yang mengendalikan semua itu biasa disebut sebagai Politikus atau orang yang bergerak di bidang politik. Menurut saya "Politik tidak bisa berbanding lurus dengan kejujuran atau pun keadilan". Untuk mengkaji hal itu mungkin butuh essay yang sangat panjang lagi sehingga saya hanya membatasi dengan pernyataan itu saja. Namun yang terpenting dari kajian ini adalah saya sangat kecewa jika mental seorang pemain bola sama dengan mental seorang politikus. Dimana mental politikus adalah menghalalkan segala cara demi kemenangan dirinya atau pun pihaknya seperti yang telah dikatakan dalam hadits

"Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai."(HR.Ath-Thabrani)

Bagi saya sungguh sangat keji orang-orang yang punya mental seperti itu.

Jumat, 18 Juni 2010

Schizophrenia

Saya menulis tentang Schizophrenia untuk membagi semua yang saya pelajari tentang salah satu penyakit jiwa yang tidak jarang terjadi di negeri ini. Menurut saya ini penting karena masih banyak orang yang mengesampingkan pengetahuan ini dan terbatas hanya teori bahwa orang yang menderita penyakit ini disebut orang "GILA".

Stigma masyarakat mengenai schizophrenia adalah sikap keluarga dan masyarakat yang mengannggap bahwa bila salah seorang anggota keluarganya menderita schizophrenia, hal ini merupakan aib bagi keluarga. Oleh karenanya, seringkali penderita schizophrenia disembunyikan bahkan dikucilkan dan tidak dibawa berobat ke dokter karena rasa malu. Sehingga biasanya keluarga membawanya ke pengobatan-pengobatan yg tidak rasional (ex. dukun, paranormal) sebelum akhirnya dibawa ke psikiatri. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia penderita mendapat perlakuan yang tidak beradab.

Schizophrenia menurut bahasa adalah schizos yaitu terbelah dan phrenos yaitu jiwa. Keadaan tersebut biasa kita sebut dengan kepribadian ganda. Schizophrenia sendiri berarti sekelompok gangguan dasar pada kepribadian, distorsi khas proses pikir, gangguan perasaan, waham yang aneh, gangguan persepsi, halusinasi, dan autisme. Menurut catatan sejarah, ada 4 tokoh yang mengkonsep tentang schizophrenia yaitu Hunglings Jackson (1887), Eugene Bleuler (1908), Emil Kreaepelin (1919), dan Kurt Schneider (1959). Dulunya konsep-konsep mereka dipandang berbeda, namun kini sebenarnya adalah sebuah kesatuan.

Hunglings Jackson => gangguan pada susunan saraf pusat
Eugene Bleuler => fragmented thinking & inability to relate with external word
Emil Kreapelin => deterioration (kemunduran) shg disamakan dementia precox
Kurt Schneider => halusinasi dan delusi

Etiologi
Ada beberapa factor yang dapat menyebakan schizophrenia yaitu dari sudut organobiologik, psikodinamik, psikoreligius, dan psikososial.
a. Organobiologik : Faktor genetic, virus, Auto-antibody, Malnutrisi. Kalo dijelaskan buanyak banget ni.. Karena penelitiannya yg masih terus berkembang. Yang jelas penelitian tersebut berupaya mencari adanya perubahan-perubahan secara specific pada susunan saraf pusat.
b. Psikodinamik : I + S = R [I = Individu (genetic atau kepribadian rentan mjd sakit), S = Situasi (kondisi yg nyebabin tekanan mental), R = Reaksi (hasil dari penyatuan keduanya)]
c. Psikoreligius : berkaitan dengan kepercayaan. ex. Seseorang yang menganggap dirinya Tuhan, Dewa, nabi, ataupun utusan-utusan tertentu yang dapat mengganggu kehidupan lingkungan sosialnya. Apa yang dianggap orang tersebut benar, adalah bertentangan dengan kepercayaan yang sudah ada (Al-quran, Injil, dll.)
d. Psikososial : Sama dengan “S” pada psikodinamik. “S” ini merupakan stressor psikososial (Perkawinan,Pekerjaan,Hub. interpersonal,Keuangan, dll)

Teori Freud mengatakan bahwa gangguan jiwa terjadi karena adanya konflik internal (antara Id, Ego, dan Super-Ego) pd diri seseorang shg menyebabkan ketidakmampuan beradaptasi dengan dunia luar.
Karakter

> Gejala Positif :
a. Delusi atau waham, yaitu suatu keyakinan yang tidak rasional. Meskipun telah dibuktikan secara objektif bahwa keyakinan itu tidak rasional, namun penderita tetap meyakini kebenarannya.
b. Halusinasi, yaitu pengalaman panca indera tanpa ada rangsangan. Misalnya penderita mendengar suara-suara/bisikan-bisikan di telinganya padahal tidak ada sumber dari suara/bisikan itu. (hiiiiiii….. nGeri ah!)
c. Kekacauan alam pikir, yang dapat dilihat dari isi pembicaraanya. Misalnya bicaranya kacau sehingga tidak dapat diikuti alur pikirannya. (Disoganized speech)
d. Gaduh, gelisah, tidak dapat diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan semangat dan gembira berlebihan.
e. Merasa dirinya “Orang Besar”, merasa serba mampu, serba hebat, dan sejenisnya.
f. Pikirannya penuh dengan kecurigaan atau seakan-akan ada ancaman terhadap dirinya.

> Gejala Negatif :
a. Alam perasaan(affect) “tumpul” da “mendatar”. Gambaran alam perasaan ini dapat terlihat dari wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi.
b. Mengasingkan diri dan suka melamun.
c. Kontak emosional sangat jarang, sukar diajak bicara, dan pendiam (katatonik).
d. Pasif dan apatis.
e. Pola pikir stereotip (pengulangan tindakan atau kata-kata yang menetap dan tidak ada gunannya)

Gejala Positif itu sangat mengganggu lingkungan (biasanya keluarga) sehingga merupakan motivasi keluarga untuk membawa penderita berobat. Sedangkan pada gejala negative dianggap tidak mengganggu lingkungannya sehingga seringkali tidak disadari atau kurang diperhatikan oleh pihak keluargannya. Oleh karena itu, pada penderita denga gejala negative seringkali terlambat membawa penderita untuk berobat.

Terdapat Kriteria utama untuk mendiagnosis schizophrenia, yaitu Delusi, Halusinasi, dan Inkoherensi (pikiran tidak rasional). Hal itu juga ditambah dengan adanya detriorasi (kemunduran) dari taraf fungsi adaptasi dalam lingkungan. Kriteria tersebut terjadi secara terus menerus selama > 6 bulan.

Diantara fase aktif tersebut (kriteria diatas telah tampak) terdapat 2 fase, yaitu fase Prodromal (gejal awal) dan fase Residual(gejala sisa). Pada fase Prodromal telah tampak deteriorasi yang bukan dikarenakan gangguan Afek atau penggunaan Zat adiktif. Sedangkan pada fase Residual terdapat peninggalan gejala yang masih menetap namun penderita mulai bisa beradaptasi dg lingkungan.

Tipe
1. Paranoid Type : seperti dikejar-kejar atau dibuntuti sesuatu
2. Disorganized Type : atau Hebefrenic type (tingkah lakunya kacau)
3. Catatonic Type : super pendiam
4. Undifferentiated type : tdk tergolongkan tp tetap ada delusi, halusinasi, inkoherensi
5. Residual Type : sisa gejala-gejala schizophrenia yg tdk menonjol.

Diagnosis
Multi Axial Diagnosis (bisa dibrowsing via Google)

Treatment
a.Rawat inap di RS bag. Kejiwaan atau RSJ
b.Pengobatan (Antipshycotic : Chlorpromazin, Trifluoperazine, Thioridazine, Haloperidol, Risperidone, Olanzapine, Quetiapine, Aripiprazole, Clozapine)
c.Psikososial Therapies : Suportif, Re-edukatif, Re-konstruktif, Kognitif, Psikodinamik, Perilaku (adaptasi lingkungan), dan keluarga.

Bersiap Menghadapi Kehilangan

Bila Anda siap MENDAPATKAN, sudahkan Anda juga siap KEHILANGAN?

Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Dari mulai marah-marah, menangis, protes pada takdir, hingga bunuh diri. Masih ingatkah Anda pada tokoh-tokoh ternama, yang tega membunuh diri sendiri hanya karena sukses mereka terancam pudar? Barangkali kisah yang saya adaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns berikut ini, dapat memberikan inspirasi.

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur.

Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang- barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan. Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.


"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok- penyok," gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank. "Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan toples. Setelah ia membeli lembaran kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal.

Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar.

Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Ada kalimat yang saya suka sekali dalam menempatkan diri dalam kehidupan:

"Kemenangan Hidup bukan berhasil mendapat banyak, tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang didapat tanpa menguasai.”

HIDUPLAH SEPERTI ANAK-ANAK YANG DAPAT MENIKMATI TANPA HARUS MENGUASAI



==============================================================================
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi