Minggu, 20 Juni 2010

Politikus di Lapangan Hijau


Mungkin sudah sering jika seorang pemain sepak bola disebut sebagai aktor lapang hijau. Tanpa sadar publik sudah memberi judgement bahwa seorang pemain adalah juga seorang aktor dimana pekerjaan aktor adalah berakting atau bersandiwara. Walaupun aturan sudah ada yang melarangnya sehingga siapa pun pemain yang berakting di lapangan guna mendapatkan keuntungan dari keputusan wasit, hal itu sudah menjadi jurus andalan bagi beberpa tim atau pun pemain tertentu. Namun apabila tindakan akting tersebut berhasil lolos dari pandangan wasit, maka pihak tak berdosa lah yang terkena ganjarannya. Hal ini juga sudah rawan terjadi hampir di setiap pertandingan sepak bola bahkan di turnamen-turnamen tingkat internasional. Maka menurutku mereka bukanlah lagi seorang aktor, melainkan "Politikus".

Sungguh sangat-sangat mengecewakan saat menonton siaran langsung pertandingan tadi malam di salah satu station televisi terkemuka di Indonesia. Yup! Brazil vs Pantai Gading pada hari Senin, 21 Juni 2010 yang dimulai tepat pada pukul 01.30 WIB sungguh sangat membuat diriku naik pitam. Pertandingan saat itu berjalan sangatlah seru dan indah karena permainan Brazil yang sangat atraktif. Namun serunya pertandingan itu spontan berakhir 2 menit sebelum peluit wasit tanda usaix pertandingan ditiup. Berakhirnya keindahan sepak bola itu adalah karena sikap salah satu pemain Pantai Gading (inisial Kader Keita) yang sangat memalukan. Tidak cuma itu, wasit pun dengan cara sepihak membuat keputusan yang sangat kontroversial. Dari kejadian itu, Kaka, bintang sekaligus playmaker andalan tim Brazil menjadi korban yang paling dirugikan.

Saya adalah salah satu pendukung fanatik Tim "Samba" Brazil sejak Final World Cup 2002 dan juga salah seorang yang mengagumi permainan dan kepribadian salah satu sosok pemain bintangnya yaitu Ricardo "Kaka" Izecson dos Santos Leite sejak Final UEFA Champions League 2003. Sebelum 2 moment spesial di atas saya belum terlalu paham dengan dunia sepak bola namun saya sudah memiliki tim negara jagoan dan pemain jagoan saat itu, yaitu Perancis dan Zinedine Yazid Zidane. Hingga kini pun sosok Zidane juga masih menjadi inspirasi bagi saya. Namun tidak untuk negara Perancis yang tampil sangat mengecewakan sejak ditinggal Zidane. Yup! Dari situ saya berani menarik kesimpulan bahwa Tim sepak bola Perancis masih belum bisa bermain cantik dan bermental juara sejak ditinggal pensiun oleh Zidane. Sosok Zidane itupun aku dapat dari pemain yang 14 tahun lebih muda darinya "Kaka". Sejak pertama kali saya melihat permainan Kaka di AC Milan saya yakin suatu saat ia mampu mencapai semua yang pernah didapat oleh Zidane. Hingga akhirnya pada tahun 2007 Kaka mendapatkan penghargaan sebagai Pemain Terbaik se-Eropa dan se-Dunia sekaligus memenangi Trophy Liga Champion Eropa dan mencatatkan namanya sebagi Top Skorer saat itu pada turnamen paling akbar setelah Piala Dunia dan Piala Euro itu. Kesamaan mereka berdua adalah mereka sama-sama pengatur serangan dan menjadi pemain yang sangat berpengaruh di tim mereka.

Mungkin itu tadi sekilas tentang Kaka yang seharusnya menjadi Man of The Match dari pertandingan semalam andai saja ia tidak menerima kartu kuning kedua yang menyebabkan ia keluar lapangan terlebih dahulu sebelum peluit panjang babak kedua dibunyikan. Selama 88 menit sebelum kejadian itu permainan Brazil sangatlah atraktif dan efektif. Walaupun semua pemain Brazil sangat berperan atas kemenangannya 3-1 dari Pantai Gading, namun Kaka adalah seorang pemain yang memegang kunci serangan permainan mereka dengan memberikan 2 assist dari 2 goal yang tercipta yang masing-masing dicetak oleh L.Fabiano dan Elano. Sisa goal Brazil dicetak oleh L.Fabiano juga secara kontroversial pula namun perlu skill yang cukup tinggi untuk melakukan hal yang ia lakukan itu. Satu-satunya gol balasan dari Pantai Gading diciptakan oleh Didier Drogba yang menjadi pemain paling berpengaruh bagi Tim Pantai Gading dan juga striker yang paling berkontribusi atas title juara Premier League bagi Chelsea. Singkat cerita, pada menit ke-88 pemain Pantai Gading "Kader Keita" berlari ke arah Kaka yang sedang berdiri diam sambil memperhatikan dari agak kejauhan kondisi kemelut yang terjadi akibat pelanggaran oleh salah satu bek Pantai Gading terhadap M.Bastos. Anehnya, Keita tidak menghentikan larinya hingga ia menabrak Kaka sehingga Kaka pun spontan merespon dengan sedikit menaikkan sikunya yang diduga merupakan tindakan melindungi diri. Dari kejadian itu, saya pun berkesimpulan bahwa ini adalah tindakan yang disengaja. Alasan pertama yaitu jika dilihat dari ukuran tubuh, Kaka jauh lebih tinggi dibanding Keita sehingga tak mungkin Keita tak melihat Kaka yang hanya diam menghalangi larinya. Seorang tukang pos sepeda pun mampu mengerem mendadak saat ada kucing yang mendadak menyebrang di depanya walaupun ia sedang konsen melihat nomor rumah pelanggan. Kedua, saat kaka merespon dengan sedikit menaikan sikunya tampak sikunya hanya mengenai dadanya. Namun yang terjadi adalah Keita menjatuhkan dirinya dengan wajah meringis sambil memegang mukanya yang bertujuan menunjukan bahwa wajahnya disikut oleh kaka. Hmmm... Benar-benar sebuah rekayasa yang berhasil. Saya berharap FIFA mau mempertimbangkan kartu kuning kedua yang diterima Kaka dengan mengkaji ulang tayangan ulang yang tersedia agar membuat biaya yang dikeluarkan untuk membuat tayangan ulang yang 'sangat jelas' itu lebih bermanfaat.

Dari peristiwa yang terjadi pada pertandingan itu, selain membuat saya geram dan memukul lantai dengan kepalan keras tangan saya, pikiran saya pun langsung tertuju pada kebusukan yang terjadi di dunia politikus dimana banyak kondisi yang hampir selalu merugikan orang-orang baik. Apapun itu jika sudah berbau politik pasti sudah ada permainan kotor di dalamnya. Contoh terkenal adalah Kasus Mafia Hukum dan Kasus Bank Century di Indonesia, Kasus Pengaturan Pertandingan sepak bola di Itali atau yang biasa dikenal dengan Calciopoli dan masih banyak lagi lainnya. Ya itu memang masa lalu yang masih dikhawatirkan bakal terjadi lagi di generasi mendatang jika tidak ada perbaikan generasi yang tersedia. Nah, orang-orang yang mengendalikan semua itu biasa disebut sebagai Politikus atau orang yang bergerak di bidang politik. Menurut saya "Politik tidak bisa berbanding lurus dengan kejujuran atau pun keadilan". Untuk mengkaji hal itu mungkin butuh essay yang sangat panjang lagi sehingga saya hanya membatasi dengan pernyataan itu saja. Namun yang terpenting dari kajian ini adalah saya sangat kecewa jika mental seorang pemain bola sama dengan mental seorang politikus. Dimana mental politikus adalah menghalalkan segala cara demi kemenangan dirinya atau pun pihaknya seperti yang telah dikatakan dalam hadits

"Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai."(HR.Ath-Thabrani)

Bagi saya sungguh sangat keji orang-orang yang punya mental seperti itu.

Jumat, 18 Juni 2010

Schizophrenia

Saya menulis tentang Schizophrenia untuk membagi semua yang saya pelajari tentang salah satu penyakit jiwa yang tidak jarang terjadi di negeri ini. Menurut saya ini penting karena masih banyak orang yang mengesampingkan pengetahuan ini dan terbatas hanya teori bahwa orang yang menderita penyakit ini disebut orang "GILA".

Stigma masyarakat mengenai schizophrenia adalah sikap keluarga dan masyarakat yang mengannggap bahwa bila salah seorang anggota keluarganya menderita schizophrenia, hal ini merupakan aib bagi keluarga. Oleh karenanya, seringkali penderita schizophrenia disembunyikan bahkan dikucilkan dan tidak dibawa berobat ke dokter karena rasa malu. Sehingga biasanya keluarga membawanya ke pengobatan-pengobatan yg tidak rasional (ex. dukun, paranormal) sebelum akhirnya dibawa ke psikiatri. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia penderita mendapat perlakuan yang tidak beradab.

Schizophrenia menurut bahasa adalah schizos yaitu terbelah dan phrenos yaitu jiwa. Keadaan tersebut biasa kita sebut dengan kepribadian ganda. Schizophrenia sendiri berarti sekelompok gangguan dasar pada kepribadian, distorsi khas proses pikir, gangguan perasaan, waham yang aneh, gangguan persepsi, halusinasi, dan autisme. Menurut catatan sejarah, ada 4 tokoh yang mengkonsep tentang schizophrenia yaitu Hunglings Jackson (1887), Eugene Bleuler (1908), Emil Kreaepelin (1919), dan Kurt Schneider (1959). Dulunya konsep-konsep mereka dipandang berbeda, namun kini sebenarnya adalah sebuah kesatuan.

Hunglings Jackson => gangguan pada susunan saraf pusat
Eugene Bleuler => fragmented thinking & inability to relate with external word
Emil Kreapelin => deterioration (kemunduran) shg disamakan dementia precox
Kurt Schneider => halusinasi dan delusi

Etiologi
Ada beberapa factor yang dapat menyebakan schizophrenia yaitu dari sudut organobiologik, psikodinamik, psikoreligius, dan psikososial.
a. Organobiologik : Faktor genetic, virus, Auto-antibody, Malnutrisi. Kalo dijelaskan buanyak banget ni.. Karena penelitiannya yg masih terus berkembang. Yang jelas penelitian tersebut berupaya mencari adanya perubahan-perubahan secara specific pada susunan saraf pusat.
b. Psikodinamik : I + S = R [I = Individu (genetic atau kepribadian rentan mjd sakit), S = Situasi (kondisi yg nyebabin tekanan mental), R = Reaksi (hasil dari penyatuan keduanya)]
c. Psikoreligius : berkaitan dengan kepercayaan. ex. Seseorang yang menganggap dirinya Tuhan, Dewa, nabi, ataupun utusan-utusan tertentu yang dapat mengganggu kehidupan lingkungan sosialnya. Apa yang dianggap orang tersebut benar, adalah bertentangan dengan kepercayaan yang sudah ada (Al-quran, Injil, dll.)
d. Psikososial : Sama dengan “S” pada psikodinamik. “S” ini merupakan stressor psikososial (Perkawinan,Pekerjaan,Hub. interpersonal,Keuangan, dll)

Teori Freud mengatakan bahwa gangguan jiwa terjadi karena adanya konflik internal (antara Id, Ego, dan Super-Ego) pd diri seseorang shg menyebabkan ketidakmampuan beradaptasi dengan dunia luar.
Karakter

> Gejala Positif :
a. Delusi atau waham, yaitu suatu keyakinan yang tidak rasional. Meskipun telah dibuktikan secara objektif bahwa keyakinan itu tidak rasional, namun penderita tetap meyakini kebenarannya.
b. Halusinasi, yaitu pengalaman panca indera tanpa ada rangsangan. Misalnya penderita mendengar suara-suara/bisikan-bisikan di telinganya padahal tidak ada sumber dari suara/bisikan itu. (hiiiiiii….. nGeri ah!)
c. Kekacauan alam pikir, yang dapat dilihat dari isi pembicaraanya. Misalnya bicaranya kacau sehingga tidak dapat diikuti alur pikirannya. (Disoganized speech)
d. Gaduh, gelisah, tidak dapat diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan semangat dan gembira berlebihan.
e. Merasa dirinya “Orang Besar”, merasa serba mampu, serba hebat, dan sejenisnya.
f. Pikirannya penuh dengan kecurigaan atau seakan-akan ada ancaman terhadap dirinya.

> Gejala Negatif :
a. Alam perasaan(affect) “tumpul” da “mendatar”. Gambaran alam perasaan ini dapat terlihat dari wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi.
b. Mengasingkan diri dan suka melamun.
c. Kontak emosional sangat jarang, sukar diajak bicara, dan pendiam (katatonik).
d. Pasif dan apatis.
e. Pola pikir stereotip (pengulangan tindakan atau kata-kata yang menetap dan tidak ada gunannya)

Gejala Positif itu sangat mengganggu lingkungan (biasanya keluarga) sehingga merupakan motivasi keluarga untuk membawa penderita berobat. Sedangkan pada gejala negative dianggap tidak mengganggu lingkungannya sehingga seringkali tidak disadari atau kurang diperhatikan oleh pihak keluargannya. Oleh karena itu, pada penderita denga gejala negative seringkali terlambat membawa penderita untuk berobat.

Terdapat Kriteria utama untuk mendiagnosis schizophrenia, yaitu Delusi, Halusinasi, dan Inkoherensi (pikiran tidak rasional). Hal itu juga ditambah dengan adanya detriorasi (kemunduran) dari taraf fungsi adaptasi dalam lingkungan. Kriteria tersebut terjadi secara terus menerus selama > 6 bulan.

Diantara fase aktif tersebut (kriteria diatas telah tampak) terdapat 2 fase, yaitu fase Prodromal (gejal awal) dan fase Residual(gejala sisa). Pada fase Prodromal telah tampak deteriorasi yang bukan dikarenakan gangguan Afek atau penggunaan Zat adiktif. Sedangkan pada fase Residual terdapat peninggalan gejala yang masih menetap namun penderita mulai bisa beradaptasi dg lingkungan.

Tipe
1. Paranoid Type : seperti dikejar-kejar atau dibuntuti sesuatu
2. Disorganized Type : atau Hebefrenic type (tingkah lakunya kacau)
3. Catatonic Type : super pendiam
4. Undifferentiated type : tdk tergolongkan tp tetap ada delusi, halusinasi, inkoherensi
5. Residual Type : sisa gejala-gejala schizophrenia yg tdk menonjol.

Diagnosis
Multi Axial Diagnosis (bisa dibrowsing via Google)

Treatment
a.Rawat inap di RS bag. Kejiwaan atau RSJ
b.Pengobatan (Antipshycotic : Chlorpromazin, Trifluoperazine, Thioridazine, Haloperidol, Risperidone, Olanzapine, Quetiapine, Aripiprazole, Clozapine)
c.Psikososial Therapies : Suportif, Re-edukatif, Re-konstruktif, Kognitif, Psikodinamik, Perilaku (adaptasi lingkungan), dan keluarga.

Bersiap Menghadapi Kehilangan

Bila Anda siap MENDAPATKAN, sudahkan Anda juga siap KEHILANGAN?

Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Dari mulai marah-marah, menangis, protes pada takdir, hingga bunuh diri. Masih ingatkah Anda pada tokoh-tokoh ternama, yang tega membunuh diri sendiri hanya karena sukses mereka terancam pudar? Barangkali kisah yang saya adaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns berikut ini, dapat memberikan inspirasi.

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur.

Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang- barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan. Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.


"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok- penyok," gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank. "Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan toples. Setelah ia membeli lembaran kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal.

Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar.

Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Ada kalimat yang saya suka sekali dalam menempatkan diri dalam kehidupan:

"Kemenangan Hidup bukan berhasil mendapat banyak, tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang didapat tanpa menguasai.”

HIDUPLAH SEPERTI ANAK-ANAK YANG DAPAT MENIKMATI TANPA HARUS MENGUASAI



==============================================================================
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi

Berpikir POSITIF itu asyik, walaupun berat dilakukan

Sebuah kisah nyata...

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum dan
berkata kepada sang ibu :

"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.


"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpajejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi". Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman.
Dengan visualisasi tsb. "Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;
1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain.
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di
tempat mesum.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup
10.Untuk dst...

=========================================================================
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi

Bukan Berat Beban

Bukan berat Beban yang membuat Kita Stress, Tetapi lamanya Kita memikul beban tersebut. (by Stephen Covey)

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, Tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." Kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak Ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1Jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya Memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama Saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika Kita membawa beban Kita terus menerus, lambat laun Kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." Lanjut Covey.
"Apa yang harus Kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi
".

Kita harus meninggalkan beban Kita secara periodik, agar Kita apat lebih segar & mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...


=======================================================================
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi

GARAM dan TELAGA

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.
Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu.

Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
Segar.”,… sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.“Tidak”, …jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.

Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat.

Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.

=======================================================================
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi

Minggu, 13 Juni 2010

AHAD PAGI

Fajar adalah inspirasiku
Kala itu aku sedang menikmati hamparan alam dari atas balkon rumah sahabatku
tepat setelah aku frustasi membangunkan sahabat-sahabatku yang tidur terlelap akibat euforia bola eropa yang menghujani seluruh dunia

Saat kubuka pintu balkon,
puncak merapi menyambutku dengan awan putih dari kawahnya yang terburai ke langit melambangkan keangkuhan
suara-suara kicauan burung-burung menyapaku dan bersaing satu sama lain melambangkan persaingan yang tiada henti
udara dingin sontak menyentuhku dengan tajamnya melambangkan ketidak pedulian
tinggi-rendah pepohonan melambai padaku melambankan perbedaan kedudukan
dan tiba-tiba suara gonggongan pun mengancamku melambangkan peringatan

Lalu aku duduk tersipu hendak merenungkan sebuah keajaiban
Keajaiban dari sebuah keharmonisan kerajaan alam yang justru berdiri dari banyaknya perbedaan mampu membuat suatu keindahan yang belum ada tandingannya di dunia ini

Yup! Bagiku itulah wahyu Allah (Tuhan semesta alam) yang disampaikan melalui alam kepada manusia tentang arti Cinta.


SALAM CINTA DAN PERSAHABATAN

Do'a untuk Orang Tua

Ya Allah, rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah, berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar
atas kesayangan yang Mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah, apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
meningginya kedudukan mereka dan bertambahnya pahala kebaikan mereka
dengan perkenan-Mu, ya Allah
sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah, bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih Di antara semua pengasih.
ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO

Sabtu, 12 Juni 2010

Wanita yang Terhormat Dalam Pandangan Islam

Yup! Kali ini saya membagi informasi untuk para wanita di dunia agar mereka mampu mengharagai diri mereka sendiri melebihi harta sedunia karena sesungguhnya kalianlah harta yang paling berharga bagi orang-orang yan menyayangi anda. Selamat membaca!

Mengenakan hijab merupakan suatu kewajiban umum atas wanita Muslimah yang harus dilaksanakan sejak masa baligh hingga masa tua.

Bukanlah maksud Islam untuk memenjarakan kaum wanita. Kewajiban untuk menutup aurat yang telah ditetapkan dalam Islam bagi kaum wanita, jangan diartikan sebagi suatu bentuk pengekangan terhadap kaum wanita.
Seorang wanita Muslimah dengan hijabnya, sebenarnya merupakan manusia yang paling bebas dalam masyarakat. Dengan hijab, seorang wanita menjadi merdeka, bebas dari cengkeraman nafsu liar kaum lelaki dan terhindar dari menjadi objek seks.

Jika seorang wanita menutup tubuhnya dalam batas-batas yang dijelaskan, maka dia akan menjadi sangat terhormat. Hal itu meninggalkan martabat kemanusiaannya.
Selain itu menjaga syahwat kewajiban utama wanita, tidak gampang tergoda dengan hal bersifat duniawi, apalagi berkelakuan dengan berganti ganti pasangan yang membuat kehilangan harga diri dan kehormatan sebagai wanita.

Bila seorang wanita tidak memakai penutup kepala maka ia telah bertabarruj. Bila ia membiarkan lengan tangannya tidak terbungkus kain maka ia telah bertabarruj. Bila ia mempertontonkan betisnya dini’mati orang maka ia telah bertabarruj. Apatah lagi jika aurat wanita itu malah dilombakan. Kontes bibir indah leher indah betis indah rambut indah dsb. Semua itu tak syak lagi termasuk tabarruj. Pendeknya tabarruj sebagaimana dikatakan Imam Al Bukhari adl perbuatan wanita yg memamerkan segala kecantikan yg dimili-kinya.

Tabarruj diambil dari akar kata al buruj yg berarti bangunan benteng istana atau menara yg menjulang tinggi. Wanita yg bertabarruj berarti wanita yg menampakkan tinggi-tinggi kecantikannya sebagaimana benteng atau istana atau menara yg menjulang tinggi-tinggi.

Tabarruj adl perbuatan nista yg tegas-tegas diharamkan Allah. Allah berfirman “Katakanlah kepada wanita-wanita yg beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yg nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putera-putera mereka atau putera-putera suami mereka atau saudara-saudara mereka atau putera-putera saudara-saudara perempuan mereka.”

Tidak Tahu Malu. Wanita yg bertabarruj kurang lbh sama dgn orang yg menawarkan kecantikannya utk dini’mati orang lain. Ia menjajakannya di jalan-jalan di pasar-pasar dan di berbagai tempat pertemuan. Laksana seorang penjual gula-gula yg menghiasi barang dagangannya dgn warna-warni yg menarik dan kertas-kertas yg mengkilat sehingga mengundang perhatian dan membangkitkan selera.

Demikianlah wanita yg bertabarruj biasanya memoles bibirnya dgn lipstik memakai parfum yg wanginya menyengat hidung mengena-kan pakaian warna-warni ketat dan pendek jalannyapun melenggak-lenggok. Bila berbicara suaranya dibuat mendesah agar bisa memikat dan menyihir laki-laki.

Lisanul hal itu seakan berkata kepada tiap laki-laki yg ditemuinya “Tidakkah kau pandang kecantikanku ini ? Apakah ada yg senang berkencan dan bersetubuh denganku ?” Duhai sebegitu rendahkah harga wanita? Sebegitu tebalkah kegelapan menyelimuti hatinya sehingga tak sebersitpun punya rasa malu bahkan malah bangga dgn kemaksiatannya? Sebegitu kuatkah wanita menahan perasaannya padahal konon wanita adl makhluk paling perasa? Sebegitu kokohkah jiwanya sehingga tak merasa risi ketika sorot nanar mata tiap lelaki singa menghunjam lekat pada tubuhnya ingin menerkam dirinya? Atau malah merasa ni’mat dengannya? Na’udzu-billah. Nabi bersabda “Jika memang tak tahu malu lakukanlah tiap apa yg kamu mau” demikian kemurkaan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Kecantikan Sejati. Biasanya yg memotivasi wanita bersolek dan berhias adl agar dirinya dikatakan dan dipandang cantik oleh laki-laki sehingga tertarik padanya. Maka utk mengejar target cantik ini wanita terkadang rela mengorbankan segalanya bahkan hingga reputasinya sebagai wanita muslimah yg terhormat.

Di sini banyak wanita yg lupa tentang kecantikan sejati. Mereka mati-matian membentuk dan mengolesi tiap anggota tubuhnya dgn bahan kosmetika. Benarkah dgn demikian mereka menjadi cantik? Tidak tetapi malah sebaliknya. Bibir basah yg diolesi lipstik merah menyala adl seperti anjing yg baru menjilat darah mengalir. Pipi kemerah-merahan dan alis yg berbentuk bulan sabit mengingatkan kita pada alis-alis setan yg digambarkan dalam berbagai dongeng. Kuku yg dicat merah seperti kuku binatang pemakan daging yg tercelup oleh darah binatang mangsanya. Sedang melakukan telanjang dada lengan betis buah dada membuat lelaki sulit membedakan antara dirinya dgn seorang pelacur.

Mengapa manusia memperburuk diri? Segala sesuatu yg melewati batas akan menjadi sebaliknya. Kecantikan yg hakiki adl karya Allah Dzat yg mencipta segala sesuatu secara cermat dan sempurna.

Seorang pelukis yg piawai adl yg mampu meniru kecermatan ciptaan Allah. Dia mencoba memperhatikan unsur-unsur alaminya dari segala sudut secara sempurna. Kalau sampai dia berlebihan atau mengubah salah satu warna atau menempatkan satu bagian tidak pada tempatnya maka akan berantakanlah pekerjaannya.

Demikian pula wanita. Sudah berapa banyak wanita yg mengotori kecantikannya dgn bersolek secara berlebih-lebihan? Sudah berapa banyak wanita yg menjadi korban alat-alat kosmetika ingin mempercantik diri tapi malah menjadi tertawaan orang?

Kecantikan yg sesungguhnya adl kecantikan alami. Warna merah rona wanita yg timbul dari rasa malu jauh lbh indah dan tak tertandingi oleh warna merah kosmetik yg terbaik sekalipun. Bagaimanapun juga tangan manusia tidak akan mampu meniru kecantikan yg diciptakan oleh Allah.

Daya Tarik Wanita. Sebagian wanita mengira kecantikan adl daya tarik satu-satunya yg bisa menawan tiap lelaki. Karena itu seharian yg diurusnya adl bagaimana bisa tampil cantik dan memamerkan keindahan tubuhnya. Benar dgn penampilannya yg cantik dan erotis ia akan bisa memikat banyak laki-laki. Tetapi keterpikatan itu bukan utk sesuatu yg suci. Sebaliknya utk tenggelam bersama wanita tersebut dalam syahwat dan lumpur dosa. Selanjutnya sikap demikian itu akan menjadi bumerang bagi wanita itu sendiri. Karena yg hampir pasti dilakukan laki-laki itu adl seperti dikatakan pepatah “habis manis sepah dibuang”.

Di samping adakah laki-laki yg mau ‘barang’ bekas? Para lelaki akan beranggapan jika wanita itu dgn mudahnya melanggar perintah Allah dgn bertabarruj maka tak menutup kemungkinan ia juga berani melakukan yg lbh jauh dari itu. Akibatnya tak seorang lelakipun yg menyuntingnya sebagai isteri. Bahkan lelaki seburuk apapun akhlaknya ia akan lbh memilih wanita yg suci dan terhormat daripada wanita yg tiap hari sudah ‘dicicipi’ oleh semua mata dan syahwat.

Identitas Wanita Suci dan Terhormat. Allah berfirman “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu anak-anak perempuan-mu dan isteri-isteri orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lbh mudah dikenal krn itu mereka tidak diganggu..”

Sebelum turunnya ayat ini sebelum dikenalnya WC para wanita muslimah -seperti yg lain- juga buang hajat di padang terbuka. Sebagian orang mengira kalau dia adl budak. Ketika diganggu wanita muslimah itu berteriak lalu laki-laki itu pun kabur. Kemudian mereka mengadukan peristiwa tersebut kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sehingga turunlah ayat di atas.

Hal ini menegaskan wanita yg memamerkan auratnya dan mempertontonkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya lbh berpotensi menjadi korban pelecehan seksual bahkan perkosaan. Sebab dgn begitu ia telah membangkitkan nafsu seksual laki-laki.

Adapun wanita muslimah ia senantiasa berjilbab membungkus dan menyembunyikan kecantikan dan perhiasannya. Tidak ada yg kelihatan daripadanya selain telapak tangan dan wajah menurut suatu pendapat. dan pendapat lain mengatakan tidak boleh terlihat dari diri wanita tersebut selain matanya saja.

Allah mensyariatkan jilbab agar menjadi benteng bagi wanita dari gangguan orang lain. Jilbab adl lambang ketakwaan dan Islam. Jilbab adl bukti masih adanya rasa malu. Jilbab adl pagar kehormatan dan kesucian. Dan ia pula merupakan identitas wanita suci dan terhormat.

Termasuk Tanggung Jawab Laki-laki. Pelaku tabarruj tentu wanita. Namun itu bukan berarti laki-laki lepas tanggung jawab daripadanya. Sebab dampak buruk tabarruj tak saja bagi wanita yg bersangkutan tetapi juga segenap masyarakat.

Bahkan kalau secara jujur diakui sumber bencana tabarruj ini adl kaum laki-laki yg tidak becus memikul tanggung jawab sebagai pemimpin wanita. Dan itu timbul krn kebodohannya atau pura-pura bodoh. Padahal mereka dituntut utk menjaga wanita baik selaku ayah suami atau saudara sebagaimana Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Masing-masing kamu adl pemimpin dan tiap kamu bertanggung jawab atas kepemimpinannya.”

Mereka diperintahkan memperhatikan dan mendidik akhlak agama kepentingan dunia dan akherat wanita. Dan itu salah satu tugas kepemimpinan laki-laki atas wanita sebagaimana firman Allah “Kaum laki-laki adl pemimpin bagi kaum wanita.” Wanita yg rusak di antaranya krn didorong dan diberi peluang oleh ayah atau suami yg juga rusak dan tidak mengenal Allah.

Apakah itu cinta jika Anda menyodorkan puteri Anda menjadi sasaran murka dan siksaan Allah? Mengapa Anda tidak selamatkan puteri Anda dari cengkeraman setan? Sesungguhnya Anda dan kita semua orang beriman wajib merealisasikan seruan Allah “Wahai orang-orang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yg bahan bakarnya adl manusia dan batu.”

Sumber Ni’mah Rasyid Ridha bit tasharruf asy syadid waz ziyadah.

Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia


Semoga informasi ini dapat menginspirasi hidup anda. Terimakasih!

Apakah anda susah bernafas?

Yup! Kali ini saya memberi informasi bagi anda yang memiliki gangguan pernapasan seperti susah bernafas atau alergi seperti astma yang sangat mengganggu kehidupan anda. Selamat membaca!

Ada beberapa penyebab sesak nafas (dyspneu) yang secara klinis dapat menunjukkan sign and symptom penyakit-penyakit tertentu. Disini saya akan menjelaskan tentang tipe klinis dari dyspneu.

1. Fisiologis : Jenis sesak nafas (dispnea) yang paling umum berhubungan dengan latihan fisik ; ventilasi meningkat dan dipertahankan melalui penguatan stimulus respiratorik yang ditimbulkan oleh faktor metabolik dan faktor-faktor lainnya. Dispnea juga sering terjadi selama hipoksia akut, seperti pada ketinggian tinggi, di mana peningkatan stimulus respiratorik disebabkan oleh efek hipoksemia arteri pada korpus karotis. Dispnea juga timbul akibat bernapas dalam konsentrasi CO2 yang tinggi diruang yang tertutup , atau rebreating dalam sistem tertutup tanpa absorbsi CO2. Dispnea dalam situasi ini mirip dengan yang ditimbulkan oleh latihan, dan terutama merupakan kesadaran akan peningkatan ventilasi.


2. Pulmonal : Dua penyebab Pulmonal dari Dispnea adalah defak restriktif dengan kelenturan paru-paru atau dining toraks yang rendah dan defek obstruktif dengan peningkatan resistensi terhadap aliran udara. Pasien dengan dispnea restriktif (misalnya karena fibrosis pulmonal atau deformitas toraks) biasanya terasa nyaman pada saat istirahat tetapi menjadi sangat dispneik saat aktifitas menyebabkan ventilasi pulmonal mencapai batas terbesar kapasitas pernapasannya. Pada Dispnea obstruktif (misalnya pada emfisema obstuktif atau asma), peningkatan upaya ventilasi menyebabkan dispnea kendatipun pada istirahat dan pernapasan tampak sulit dan tertahan, terutama selama ekspirasi.


3. Kardiak: Pada tahap awal gagal jantung. Curah jantung gagal mengimbangi peningkatan kebutuhan metabolik yang meningkat selama latihan. Dengan demikian dorongan respirasi meningkat terutama disebabkan oleh asidosis jaringan dan serebral, dan pasien mengalami hiperventilasi. Berbagai faktor refleks, termasuk reseptor regang di paru-paru, mungkin juga berperan dalam hiperventilasi. Sesak napas seringkali disertai oleh kelesuan atau perasaan
tercekik. Pada stadium lanjut dari gagal jantung, paru-paru mengalami kongesti dan edema, kapasitas ventilatorik paru-paru menurun, dan upaya ventilasi meningkat. Faktor refleks, terutama reseptor jukstakapilaris (J) diseptum alveolar-kapiler, berperan untuk meningkatkan ventilasi pulmonal. Edema pulmonal nonkerdiogenik atau sindroma gawat pernapasan dewasa (ARDS) akan menyebabkan gambaran klinis yang serupa melalui mekanisme yang sama tetapi lebih akut. Asma kardiak merupakan keadaan insufisiensi pernapasan akut dengan bronkospasme, wheezing dan hyperventilasi. Keadaan ini mungkin tidak dapat dibedakan dari tipe asma lain, tetapi penyebabnya adalah kegagalan ventrikel kiri. Respirasi periodik atau Cheyne-Stokes ditandai oleh periode apnea dan hiperpnea yang berselang-seling secara teratur, seringkali mencakup komponen gangguan neorologis di pusat respirasi medularik dan komponen kerdiologis. Pada gagal jantung, perlambatan sirkulasi merupakan penyebab yang dominan; asidosis dan hipoksia di pusat pernapasan juga berperan. Ortopnea adalah gangguan respirasi yang terjadi saaat pasien berbaring sehingga memaksanya untuk duduk. Keadaan ini dicetuskan oleh peningkatan aliran balik vena ke ventrikel kiri yangmengalami kegagalan dan tidak mampu menangani peningkatan preload ini. Kadang-kadang ortopnea terjadi pada gangguan kardiovaskular lain (misalnya, efusi perikardial). Dispnea paroksismal nokturnal (PND), pasien terjaga dengan megap dan harus duduk berdiri untuk mengembalikan pernapasannya yang mungkin dramatis atau menakutkan. Faktor sama yang menyebabkan ortopnea juga berperan untuk bentuk gawat pernapasan ini. PND dapat terjadi pada stenosis mitral, insufiensi aortik, hipertensi dan kondisi lain yang mempengaruhi ventrikel kiri.


4. Sirkulasi : Air Hunger (dispnea akut yang terjadi pada stadium terminal pendarahan) merupakan tanda buruk yang memerlukan tranfusi segera. Dispnea juga terjadi pada anemia kronis, yang timbul hanya saat latihan, kecuali anemia adalah ekstrim.


5. Kimiawi : Asidosis diabetik (pH darah 7,2-6,95) menyebabkan pola respirasi yang lambat dan dalam (pernapasan kussmaul). Tetapi, karena kapasitas pernapasan dipertahankan dengan baik, pasien jarang mengeluh dispnea, sebaliknya pasien uremik mungkin mengeluhkan dispnea karena mengalami pingsan akibat kombinasi asidosis, gagal jantung, edema pulmonal dan anemia.


6. Sentral : Lesi serebral (misalnya, pendarahan) seringkali disertai dengan hiperventilasi kuat yang kadang-kadang bising dan hebat. Kadang-kadang terjadi periode tak terduga berupa apnea iregular berselang-selang dengan periode 4 atau 5 pernapasan dengan kedalaman yang mirip (respirasi biot). Hiperventilasi juga sering ditemukan setelah cedera kepala. Penurunan PaCO2 menyebabkan vasokonstriksi refleks CNS dengan penurunan perfusi serebral yang
menyebabkan penurunan sekunder dalam tekanan intraknial.


7. Psikogenik : Overbreating tipe histerikal sering ditemukan. Pada salah satu jenisnya, hiperventilasi kontinu kadang-kadang menyebabkan alkalosis akut akibat “blowing off” CO2 ; tanda trousseau dan Chvostek yang positif terjadi akibat penurunan kadar ion kalsium serum. Tipe lain ditandai oleh respirasi yang dalam di mana pasien bernapas dengan kedalaman maksimal sampai respirasi “terpuaskan” yaitu saat impuls hiperventilasi menghilang. Keadaan ini seringkali berulang.


Semoga saja informasi yang sedikit ini dapat membantu anda. Terimakasih!

Diabetes Mellitus

Yup! Saya mengangkat judul "Diabetes Mellitus" ini karena banyak pemuda-pemuda yang menghiraukan tentang faktor resiko dari penyakit ini. Jadi melalui blog ini saya akan berbagi kepada anda mengenai informasi yang InsyaAllah dapat mengubah sedikit pola diet anda. Selamat membaca!

Banyak orang yang masih mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami adalah anda tidak sendiri.

Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes.

Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur.

Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya.

Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk menyebabkan seseorang terkena diabetes karena risikonya hanya sebesar 5%. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.

Menurut Triplitt (2005) beberapa faktor resiko terjadinya diabetes melitus tipe 2 antara lain adalah sebagai berikut :
a. Riwayat keluarga dengan diabetes melitus
b. Obesitas dengan berat badan ≥ 20 % dari berat badan ideal atau BMI ≥25 kg/m2.
c. Aktivitas fisik yang kurang
d. Mengalami gangguan toleransi glukosa atau gangguan glukosa darah puasa sebelumnya.
e. Hipertensi dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg
f. Dislipidemia dengan HDL-kolesterol ≤35 mg/dL dan atau kadar trigliserida ≥250 mg/dL.
g. Memiliki riwayat diabetes melitus gestasional atau melahirkan bayi dengan berat badan bayi lahir >9 pound.
h. Mempunyai riwayat penyakit vaskuler dan polycystic ovary disease.


  • Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus
  • Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.

    Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :

    1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
    2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
    3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
    4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
    5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
    6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
    7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
    8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
    9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
    10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

    Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.

    Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.


  • Tipe Penyakit Diabetes Mellitus
  • 1. Diabetes mellitus tipe 1
    Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.

    Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.

    2. Diabetes mellitus tipe 2
    Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.

    Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.


  • Kadar Gula Dalam Darah
  • Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.

    Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal.

    Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.

    Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.


  • Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes
  • Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).

    Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.

    Semoga dengan informasi ini anda semakin kaya akan informasi dan dapat menjadi salah satu sumber inspirasi kehidupan anda. Terimakasih.