Kisah ini aku dapat dari menonton film yang sangat inspiratif dan penuh unsur dakwah di dalamnya.
Ada seekor monyet yang ingin memanjat pohon kelapa hingga ke pucuk guna mengambil kelapa.
Lalu monyet tersebut akhirnya memanjat pohon kelapa itu dan berhasil sampai ke pucuk dan mendapatkan kelapanya.
Saat dia baru saja ingin memetik kelapa-kelapa yang ingin dia nikmati, ada 3 angin yang hendak menjatuhkan ia ke tanah.
Angin itu adalah angin muson, angin puting beliung, dan angin sepoi-sepoi.
Saat angin muson itu mulai dengan aksinya yaitu meniup kencang dan menghantam keras sang monyet, monyet tidak terjatuh dan semakin kuat mencengkram pohon kelapa.
Lalu giliran angin puting beliung menjalankan tugasnya.
Kali ini angin puting beliung menyedotnya dan berusaha mengangkatnya ke atas lalu hendak membantingnya keras ke tanah.
Namun usaha angin puting beliung ini pun sia-sia.
Sang monyet justru semakin kuat memeluk sambil mencengkram erat pohon kelapa tersebut.
Hasilnya, sang monyet tak berpindah sedikitpun dari tempatnya.
Dan akhirnya tibalah giliran angin sepoi-sepoi mencoba untuk menjatuhkan monyet tersebut.
Lalu mulailah angin ini berhembus secara perlahan.
Meniup daerah belakang leher serta ubun-ubun sang monyet.
Dan apakah yang terjadi?
Perlahan monyet itu pun tertidur.
Lepaslah pelukan serta cengkraman monyet tersebut.
Dan terjatuhlah ia ke tanah.
Ini lah kita jika kita merasa kuat atas ujian-ujian Allah yang berupa kesusahan, penderitaan, kekurangan, dll yang sekiranya dapat membuat kita menangis dan memohon kekuatan, kemudahan, dan ampunan kepada Allah. Namun saat kita menerima ujian-ujian Allah berupa kemudahan, kesenangan, kekayaan, kelebihan, dll justru melemah iman kita sehingga lupalah kita kepada Allah. Dan pada akhirnya kita baru kembali bertaubat saat kita telah jatuh tersungkur. Itu pun jika kita masih diberi kesempatan.
Sekarang pertanyaannya adalah
"APAKAH KITA INGIN SEPERTI MONYET INI?"
SANG MURABBI y..
BalasHapus